Mazda RX-8 Blogger Template

This is Description

Selasa, 04 Mei 2010

karburator

KARBURATOR
Karburator berfungsi: mencampur bahan bakar dengan udara dalam ukuran yang tepat (sesuai kebutuhan) untuk kemudian disalurkan ke dalam ruang pembakaran (silinder) dalam bentuk kabut.
Prinsip dasar dari kerja karburator dikenal sebagai “Prisip Bernoulli”,prinsipnya seperti ini: “Kecepatan ideal suatu gas/udara akan bertambah seiring dengan turunnya tekanan”, Dalam keadaan tertentu perbandingan kecepatan dan tekanan bisa dikatakan hampir linear, katakanlah kecepatan akan naik dua kali jika tekanan turun 2 kali.
Adanya perbedaan tekanan antara ruang venturi dan udara luar ini maka udara akan mengalir dengan suatu kecepatan di dalam venturi dan mengakibatkan bahan bakar yang ada dalam tabung penyimpan akan menyembur keluar.supply bahan bakar diatur sehingga mesin bisa idle dan bisa berakselerasi, dengan mengatur kecepatan aliran udara pada venturi, dengan bantuan kisi penghalang yang disebut Throttle Valve. Dengan mengatur pembukaan throttle valve ini supply bahan bakar yang disemburkan bisa diatur.Pada saat idle dimana throttle valve hampir menutup penuh, udara yang melalui venturi akan bejalan menuju saluran kecil yang diatur oleh sekrup campuran idle (Idle mixture adjusting screw). Akibatnya bahan bakar akan keluar melalui saluran idle. sedangkan pada saat kecepatan tinggi throttle valve akan membuka sehingga sebagian besar bahan bakar akan keluar lewat saluran primer.
Dengan adanya pengaturan ini bahan bakar bisa diatur Miskin (lean) atau Kaya (Rich). Secara ideal campuran bahan bakar dan udara menurut Stoichiometrik haruslah mempunyai perbandingan 14.7 : 1 yang artinya 14,7 gram udara dan 1 gram BB, tetapi hal ini sangat sukar di capai pada kenyataannya. Karena itu maka diciptakan system EFI yang mana supply BB diatur oleh Computer (ECU) yang memungkinkan pembakaran mendekati nilai diatas.

JENIS-JENIS KARBURATOR
Secara garis besar dasar dari bagaimana cara kerja karburator, sebagai info tambahan karburator ada beberapa jenis diantaranya:

A. Dilihat dari kedudukan karburator.
1. Down Draft
Jenis ini berarti arah udara masuk karburator dari atas kebawah (vertical).
2. Side Draft
Arah masuk Udara dari samping (horizontal).

B. Dilihat dari jumlah Venturi
Fungsi venturi yaitu untuk mempercepat atau mempertinggi ke vakuman.
1. Single Barrel
Hanya terdapat satu saluran venturi.
2. Two Barrel ( Double Barrel)
Terdapat dua saluran venturi yang disebut primary dan secondary venturi.
Komponen karburator

Ada dua buah jalur/lorong masuk (venturi) yaitu primary venturi dan Secondari venturi, kedua jalur ini dihalangi oleh masing masing katup penghalang (Throttel Valve), tetapi untuk primary venturi ada tambahan penghalang yaitu yang disebut Choke. Gunanya choke ini untuk membuat campuran BB dan udara menjadi kaya (Rich) dan biasanya digunakan pada saat pertama start pada pagi hari dimana sebelum mesin cukup panas pembakaran memerlukan lebih banyak BB oleh karenanya disebut kaya (Rich).

Pelampung (Float)
Gunanya untuk menjaga agar tingkat ketinggian BB pada bak penampungan tetap pada suatu ketinggian tertentu. dimana pada saat level BB berada dibawah level seharusnya, maka pelampung akan turun dan membuka katup Jarum (Needle Valve) yang mengakibatkan bahan bakar masuk dari pompa bensin.
Karena sifat cairan akan selalu pada level/ketinggian yang sama, maka berlaku juga disini, dimana level BB di Bak penampung dan di saluran-saluran yang lain akan sama. Karena itu level bahan bakar tidak boleh lebih rendah atau lebih tinggi karena akan menyebabkan terganggunya system pasokan BB. (terlalu tinggi orang bilang Banjir, terlalu rendah pun akan mengakibatkan mesin sukar di hidupkan karena level BB sukar mengalir melalui Slow-Jet. Jadi usahakan selalu level bahan bakar sama dengan ketinggian Slow-jet.

Slow-Jet
Gunanya menakar/mengukur jumlah BB yang akan disalurkan pada saat Idle. Lubang Slow-jet begitu kecilnya sehingga mudah tersumbat kalau BB yang ada mengandung kotoran, jika hal ini terjadi maka kendaraan enggak bisa idle (Mesin akan mati-mati terus pada saat idle).

Primary Main-Jet
Gunanya menakar/mengukur jumlah bahan bakar yang masuk ke saluran primer (saluran yang berada pada sisi kanan gbr). Primary main jet ini kalo terlalu kecil akan menyebabkan akselerasi tersendat, dilain pihak dia yang menentukan irit tidaknya pemakaian BB. Ukuran main jet ini adalah 1/100 mm, jadi katakanlah ukurannya 100 maka berarti 1mm.

Secondary Main-Jet
Gunanya sama dengan Primary Main-Jet, hanya saja untuk saluran sekundernya (Saluran yang berada pada sisi kiri). Ukuran yang terlalu kecil akan menyebab tenaga pada saat akselerasi dan pada RPM tinggi berkurang. Ukurannya akan lebih besar dari Primary Main-Jet, satuannya sama yaitu 1/100 mm.

Solenoid Valve
Atau disebut juga Fuel-Cut dan sering disebut juga solenoid Idle gunanya mengatur pasokan BB pada saat idle. Katup ini akan terbuka pada saat idle sehingga mesin akan berjalan halus pada saat idle. Serta solenoid valve ini juga yang membuat irit pemakaian BB, karena dia akan menutup pada saat RMP tinggi dan pada saat decelerating (kebalikan dari Akselerasi).Kerusakan bagian ini akan menyebabkan mesin pada saat idle kasar atau tersendat-sendat.

Pump Plunger atau Pompa Akselerasi
Gunanya memompa BB tambahan pada saat akselerasi (saat gas tiba-tiba di injak). kerusakan dari pompa ini menyebabkan akselerasi terhambat. Secondary Throttle Diaphragm bekerja berdasarkan vacuum, berguna untuk menarik tuas Secondary Throttel Valve hingga terbuka, biasanya hal ini terjadi pada saat akselerasi dan RPM tinggi.

CARA KERJA KARBURATOR.
Untuk menjelaskan kerja karburator ini saya akan bagi dalam empat situasi/keadaan yaitu pada saat idle kemudian pada saat putaran rendah dan saat putaran tinggi serta pada saat
Akselerasi.
Pada saat mesin dihidupkan dan dalam keadaan idle (gas tidak di tekan).
Pada keadaan ini, Primary dan Secondary Throttel Valve nyaris menutupi lubang venturi, dalam artian terbuka sedikit saja, jika tertutup semua enggak bisa nyala mobilnya. Pada keadaan ini tekanan pada venturi baik primer maupun sekunder tidak cukup untuk menarik BB keluar melalui Nozzel nya. Tetapi pada keadaan ini Solenoid Valve akan terbuka sehingga ada aliran BB dari bak penampung melalui Primary Main-Jet yang kemudian di ukur oleh Slow-Jet ke saluran idle dan BB keluar tepat di ujung Idle Mixture adjusting screw (sekrup pengatur campuran idle/langsam),aliran BB
Pada keadaan mesin start dipagi hari, dimana mesin dalam keadaan dingin biasanya dibutuhkan campuran yang kaya (rich) untuk mendapatkan pembakaran yang sempurna. Dengan bantuan Choke Valve (Cuk) maka venturi agak ditutup untuk menhindari udara yang berlebihan masuk.
sebagian kendaraan telah dilengkapi dengan Automatic Choke (cuk otomatis yang bekerja berdasarkan bimetal)

Saat Putaran Rendah.
Pada keadaan ini Primary Throttel Valve terbuka karena pedal gas ditekan, mengakibatkan tekanan venturi primer turun karena hisapan Cylinder yang akhirnya menghisap BB melalui Primary main nozzel.
Saat Putaran Tinggi.
Pada keadaan ini dibutuhkan pasokan BB yang lebih dari Putaran rendah.
Primary Throttle Valve hampir terbuka penuh atau bahkan terbuka penuh pada keadaan ini sehingga tekanan pada venturi primer sangat kecil, BB akan menyembur besar sekali dari Primary main Nozzle. Sementara itu karena tekanan venturi primer sangat kecil (vacum), maka melalui saluran kecil yang berada ditengah-tengah antara venturi primer dan sekunder juga tekanan turun yang akhirnya menghisap Secondary Throttle Diaphragm, akibatnya tuas Secondary Throttle Valve tertarik dan terbukalah Secondary Throttle Valve. Hal ini menyebabkan jatuhnya tekanan disisi venturi sekunder yang mengakibatkan BB tertarik melalui Secondary Main Nozzle. BB ini berasal dari bak penampung mengalir melalui Secondary Main-Jet yang akhirnya keluar melalui secondary main nozzle
Dengan terbukanya kedua Main Throttle tersebut maka pasokan BB akan lebih banyak dan tenaga yang dihasilkan akan sebanding dengannya.

Saat Akselerasi.
Pedal gas yang di injak tiba-tiba, katakanlan pada saat mobil pertama start dari keadaan diam atau pada saat menyalip, dibutuhkan supply BB yang tiba-tiba pula. Dengan adanya Pump Plunger (Acceleration Pump/Pompa akselerasi) dan Auxiliary Acceleration Pump (AAP) hal ini bisa terjadi.
Pada Saat Gas ditekan tiba-tiba maka tuas pompa akselerasi akan menekannya mengakibatkan BB disaluran pompa tertekan. Tekanan ini menyebabkan Pump Discharge Weight (pemberat pompa pengeluaran) terangkat keatas dan BB keluar melalui saluran kecil tepat diatas venturi primer.
Setelah proses yang singkat ini terjadi maka akan dilanjutkan sesuai dengan proses pada Putaran tinggi.
Sebagai catatan saja, tidak semua karburator dilengkapi dengan AAP ( karena dianggap cukup dengan pompa saja).

1. Membongkar karburator
a. Lepaskan per katup gas.
b. Lepaskan baut, batang pompa, dan tuas pompa.
c. Lepaskan baut pengikat tutup atas karburator (air horn) pada bodi
d. Pisahkan tutup atas karburator dari bodi dan lepaskan tuas
dari batang fast idle. Lecpaskan tutup atas karburator dari bodi
e. Lepaskan pluyer pompa dan per peredam pompa.
f. Kendorkan dan lepaskan primary slow air bleed dan (saluran udara untuk putamn rendah sekunder) dari tutup bagian atas.
g. Lepaskan pin pelampung dan pelampung.
h. Lepaskan klip, per penahan, per, dan katup jarum
i. Buka gasket bodi
j. Lepaskan per dan check ball (pelor) dari dalam pompa akseler
k. Lepaskan outlet valve (klep pengeluar pompa).
l. Lepaskan primary slow dan secondary slow jet (spuyer putaran
lambat primer) dan secondary slow jot (spuyer putaran lambat sekunder)
m. Lepaskan primary main air bleed (aliran udara utama primer)
secondary main air bleed (aliram udara utama sekunder).
o. Lepaskan baut dan pisahkan bodi dari bodi flens.
p. Buka sumbat dan gasket dari bawah bodi Hens.
q. Lepaskan primary main jet (spuyer utama primer) dan secondary
main jet (spuyer utama sekunder).
r. Lepaskan baut dan per penyetel putaran mesin.
Catatan:
- Katup gas jangan dikeluarkan dari batang katup perlu.
2. Pemeriksaan karburator
a. Cuci semua bagian dengan pembersih karburator. Semprot dengan kompresor semua lubang-lubangnya.
b. Periksa tutup atas, bodi, dan bodi Hens dari keretakan, baret dan
kotoran pada permukaan gasket.
c. Periksa gerakan power piston harus lancar dan tidak ada kebocoran
vakum dan tekanan udara pada lubang tutup atas karburator
d. Periksa pelampung dari perubahan bentuk, kerusakan tuasnya dan keausan lubang batang pin
e. Periksa keausan katup jarum.
f. Periksa saringan dari kemungkinan karat dan rusak.
g. Periksa gerakan katup cuk, harus lancar. Lihat keausan pada dudukan batang cuk.
h. Periksa jet (spuyer) dan air bleed (saluran udara), dari w e
kinan tersumbat. Periksa drat, lubang kepala dan lubang dudukannya dari kerusakan.
- Jangan gunakan kawat untuk membersihkan jet/spuyer
i. Periksa pompa pluyer dari keausan kelancaran kerja dan dari kemungkinan berkarat atau sudah lemah
j. Periksa katup putaran tinggi. Kelancaran gerak dan karat pada
dudukan batangnya.
k. Periksa baut penyetel putaran rendah dari kemungkinan dratnya
rusak. Harus duduk dengan tepat dan periksa apakah per sudah lemah.
l. Periksa kelancaran gerak katup primer dan sekunder serta batangnya dari keausan
3. Merakit kembali karburator
Pemasangan kebalikan pembongkarannya. Perhatikan uraian berikut :
a. Buang gasket lama dan gunakan yang baru.
b. Periksa kondisi semua bagian, harus baik dan bersih.
c. Katup gas primerd an sekunder ada bagiannya yang sama bentuknya. Waktu pemasangan jangan sampai salah pasang.
d. Stel katup primer dan skunder harus benar menutup rapat.
e. Periksa katup gas sekunder mulai membuka saat katup gas
primer membuka 49 derajat. Keduanya membuka penuh saat pedal gas ditekan habis. Jika perlu stel dengan membengkokkan kawat penghubungnya.
4. Penyetelan putaran rendah
a.Penyetelan putaran rendah.
b. Penyetelan langkah pompa. `
Pada ujung batang pompa, ada tiga lubang untuk mengatur pengeluaran bensin dari pompa akselerasi. Batang peughubung akselerasi dapat dipindahkan dari lubang A ke C,
sehingga jumlah pengeluaran bensin lebih banyak. Pilihan dan setelah bergantung
pada mesin, kondisi kerja, dan suhu udara.
c. Penyetelan ketinggian pelampung
1) Lepaskan tutup bodi dan letakan dengan posisi terbalik
2) Ukur jarak bodi dengan pelampung. Jaralmya 11 mm
3) Tinggikan pelampung dan ukur jarak antara bibir pelampung dan katup jarum. Jaraknya 1,3 — 1,7 mm.
4) Untuk menyetel pelampung bengkokan bibir pelampung jika perlu
d. Penyetelan putaran tinggi (fast idle)
1) Ukur kabel cuk. Periksa apakah cuk benar-benar menutup stel jika perlu
2) Saat cuk menutup penuh, balikkan karburator. Ukur jarak
antara katup kupu-kupu primer dan dindirignya dengan feeler. J araknya 1,32 mm.
3) Untuk menyetelnya, bengkokkan batang fast idle, jika perlu.
e. Penyetelan katup kupu-kupu sekunder.
1) Ukur jarak antara katup kupu-kupu primer dan dindingnya
dengan feeler saat itu katup kupu-kupu sekunder mulai membuka. Jaraknya 6,0 mm atau 49° (lihat gambar).
2) Jika perlu, stel dengan membengkokkan batang penghubungnya

5. Pemeriksaan dan penyetelan kabel gas. Pemeriksaan
a. pemeriksaan
1) Periksa sambungan katup kupu-kupu harus bekerja semestinya.
2) Periksa kabel gas dari kemungkinan macet, bengkok dan gerakan kembalinya harus lancar.
3) Injak kabel gas dan periksa katup kupu-kupu harus membuka penuh (tegak lurus). Kalau perlu stel kabel seperti berikut.
b. Penyetelan
1) Sebelum menyetel kabel gas, periksa tinggi pedas gas
Tingginya 40 kurang lebih 5 mm. Lebih rendah dari tinggi pedal rem.
Kalau perlu stel mur A untuk mendapatkan tinggi yang sebcnarnya
2) Stel kabel gas dengan gerak bebas free play kabel pada
karburator, kira-kira 1 – 3 cm. Penyetelan gerak bebas ~
dilakukan pada mur A dan C.

Ads by Google
Valve Supplier
Specialized in making Valve, High Quality,Excellent Service.
www.valvechn.com

0 komentar:

Poskan Komentar