Mazda RX-8 Blogger Template

This is Description

Minggu, 30 Mei 2010

Kopling Mobil

Kopling Mobil

Postingan pelajaran otomotif kali ini akan membahas tentang kopling mobil . Seperti Anda telah baca postingan saya sebelumnya tentang jenis - jenis kopling , antara kopling mobil dan sepeda motor sangat berbeda jauh . Komponen kopling dan cara kerja antara kopling mobil dan sepeda motor sangat berbeda juga . Pada kesempatan ini saya hanya membatasi pada komponen dan tipe dari kopling pada mobil , untuk cara kerja dari kopling mobil akan dibahas pada postingan berikutnya .

Komponen - komponen utama dari kopling mobil ada 3 :
  1. Mekanisme penggerak kopling
  2. rumah kopling / clutch cover
  3. Plat kopling
Saya akan jelaskan ketiga komponen utama kopling itu satu persatu ;
1.Mekanisme penggerak
Mekanisme penggerak kopling berfungsi untuk meneruskan gaya dari pedal kopling yang dilakukan oleh pengemudi , untuk memutuskan putaran dari roda gila ke transmisi .
2. Rumah kopling
Rumah kopling terdiri atas 2 tipe : rumah kopling tipe coil spring dan rumah kopling tipe difragama spring . Fungsi dari rumah kopling adalah untuk melakukan penekanan plat kopling ke roda gila , atau bisa dikatakan untuk menjepit plat kopling ke roda gila . Fungsi yang kedua adalah menerima gaya dari mekanisme penggerak kopling agar melepaskan jepitan plat kopling ke roda gila .
3. Plat kopling
Plat kopling terdiri atas tiga tipe ; plat kopling dengan coil spring , plat kopling dengan dumper spring dan plat kopling dengan rubber spring . Fungsinya adalah untuk meneruskan putaran mesin dari roda gila ke transmisi .

Untuk lebih jelasnya , silahkan download video di bawah ini ;
download di sini

Demikianlah materi pelajaran otomotif untuk kopling mobil ,dan selanjutnya cara kerja akan saya bahas pada posingan berikutnya .

Cara kerja kopling starter

Melanjuti postingan saya tentang kopling starter, maka sekarang akan saya jelaskan cara kerja kopling starter itu sendiri. Simaklah cara kerja kopling starter berikut ini:

Mesin distarter :
  1. dinamo menerima energi listrik sehingga poros dinamo starter berputar.
  2. Putaran poros dinamo starter ini diteruskan ke sprocket starter melalui rantai starter.
  3. Sprocket starter berputar searah jarum jam
  4. Gerakan sprocket starter ini diteruskan ke roda kopling satu arah yang berada di dalam bagian luar kopling
  5. Roda kopling satu arah ini akan terjepit di dalam alur pada bagian luar kopling starter.
  6. Dengan terjepitnya roda kopling satu arah tersebut maka bagian luar kopling akan berputar searah jarum jam juga.
  7. Sementara bagian luar kopling dibautkan pada rotor magnet, otomatis rotor magnet pun ikut berputar searah jarum jam juga.
  8. Rotor magnet akan memutar poros engkol, karena hubungan pasak antara rotor magnet dengan poros engkol.
Mesin hidup:
  1. Pada saat mesin hidup, poros engkol telah mendapatkan tenaga putar dari hasil pembakaran dalam ruang bakar.
  2. Putaran poros engkol lebih cepat daripada putaran kopling starter.
  3. Sehingga membuat roda kopling otomatis tidak terjepit lagi dalam bagian luar kopling.
  4. Pada saat ini , putaran poros engkol hanya diteruskan sampai ke rotor magnet , bagian luar kopling dan roda kopling satu arah.
  5. Inilah saat yang disebut kopling stater memutuskan putaran.
  6. Namun sproket starter tetap berputar karena dinamo starter tetap mendapatkan energi listrik sampai pengemudi tidak menekan switch starter tersebut.
  7. Pada saat dinamo starter telah berhenti berputar karena tombol switch tidak ditekan lagi , putaran poros engkol hanya diteruskan sampai ke bagian luar kopling , karena roda kopling satu arah tetap tidak terjepit.
Demikianlah cara kerja kopling starter. Semoga membantu Anda dalam mengenal lebih dalam tentang sistem starter pada sepeda motor.

Fungsi dan Prinsip Kerja Transmisi

Transmisi adalah komponen mesin yang berfungsi untuk merubah kecepatan dan tenaga putar dari mesin ke roda , sehingga dapat digunakan untuk menggerakkan kendaraan . Seperti telah kita ketahui bahwa transmisi terdiri atas beberapa tingkat kecepatan, salah satunya adalah sepeda motor atau mobil dengan 4 kecepatan . Bahkan ada juga yang lebih dari 4 kecepatan , bahkan ada yang 5 sampai 6 kecepatan. Tujuan perubahan tingkat kecepatan ini adalah untuk menghasilkan tenaga dan untuk merubah laju kecepatan kendaraan. Seperti telah Anda ketahui bahwa dalam pengendaraan mobil dan sepeda motor setiap tingkat kecepatan memiliki fungsi yang berbeda dalam pengendaraannya . Untuk start awal kita selalu menggunakan percepatan 1 atau gigi 1 , lalu kita rubah kecepatannya secara bertahap sesuai dengan situasi dan kebutuhan dalam pengendaraan .

Pada dasarnya kecepatan lambat selalu digunakan untuk menggerakkan mobil / sepeda motor secara mula - mula . Kenapa ? Karena pada saat kecepatan lambat tenaga yang dihasilkan sangat besar , namun pada saat kecepatan tinggi tenaga yang dihasilkan kecil . Bagaimana cara kerja transmisi ? Lalu kenapa pada kecepatan lambat dapat dihasilkan tenaga besar ? Baiklah saya akan jelaskan prinsip kerja dari transmisi dan cara kerjanya , serta bagaimana tenaga besar dihasilkan pada kecepatan yang lambat .

Kecepatan tinggi
Prinsip kecepatan tinggi atau menaikkan kecepatan adalah gigi besar memutarkan gigi kecil . Lihat gambar ! Pada gambar gigi yang besar memiliki 60 mata gigi dan gigi yang kecil memiliki 30 mata gigi . Gigi yang besar di sini memegang peranan sebagai pemutar dan gigi yang kecil sebagai gigi yang diputar . Jika gigi yang besar berputar 600 kali , maka gigi yang kecil akan berputar 1200 kali .Jelaslah telah terjadi penaikkan kecepatan dari 600 kali menjadi 1200 kali . Cara menghitungnya ;
Putaran yang dihasilkan = ( putaran gigi pemutar x jumlah mata gigi pemutar ) : jumlah gigi mata gigi diputar
= ( 600 x 60 ) : 30
= 36000 : 30
= 1200

Kecepatan lambat
Prinsip kerja kecepatan lambat adalah gigi kecil memutar gigi yang besar . Lihat gambar ! Pada gambar gigi yang kecil memiliki jumlah gigi sebanyak 20 mata , sementara gigi yang besar memiliki jumlah mata gigi sebanyak 80 mata gigi . Gigi kecil memegang peranan sebagai pemutar dan gigi yang besar sebagai gigi yang diputar . Jika gigi yang kecil berputar 100 kali , maka gigi yang besar akan berputar 25 kali . Jelaslah telah terjadi penurunan kecepatan putaran dari 100 kali menjadi 25 kali .Cara menghitungnya :

Putaran yang dihasilkan = ( putaran gigi pemutar x jumlah mata gigi pemutar ) : jumlah gigi mata gigi diputar
= ( 100 x 20 ) : 80
= 2000 : 80
= 25


Kenapa putaran lambat menghasilkan tenaga yang besar ?
Perhatikan hasil perhitungan pada putaran lambat ! Putaran awal adalah 100 dan putaran hasil adalah 25 . Atau bisa kita sederhanakan menjadi 4: 1 . Ketahuilah bahwa putaran mesin ini yang digunakan untuk menggerakkan kendaraan . Sementara beban yang akan diangkat adalah berat dari penumpang dan berat dari mobil / sepeda motor tersebut . Pada contoh kecepatan lambat di atas adalah dibutuhkan 4 kali untuk mengakat 1 kali beban dari kendaraan tersebut . Atau kita bisa ilustrasikan bahwa beban itu dicicil selama 4 kali untuk 1 kali angkatan beban . Sementara pada contoh kecepatan tinggi 60 kali putaran awal dan putaran hasilnya 1200 . Atau bisa kita sederhanakan 1 : 2 . Pada kecepatan tinggi dibutuhkan 1 kali untuk 2 kali angkatan beban . Kalau kita ilustrasikan ; untuk mengangkat 1 karung beras kita membutuhkan 4 kali bolak - balik untuk mengangkatnya secara dicicil sedikit - sedikit , sehingga kita tidak terlalu capai mengangkatnya . Namun kerja kita menjadi lambat , tapi kita tidak kepayahan dalam mengerjakannya , karena yang diangkat tidaklah berat . Sementara pada kecepatan tinggi , kita mengangkat 2 karung beras itu dalam waktu 1 kali bolak - balik untuk mengakatnya . Memang pekerjaan menjadi lebih cepat , tapi tenaga yang kita keluarkan sangat besar , sehingga kita mudah kepayahan atau kelelahan .

Pada mobil atau sepeda motor gigi pemutar dihubungkan dengan as masuk transmisi / input shaft transmisi , jadi gigi yang pemutar mendapatkan tenaga putar dari mesin . Sementara gigi yang diputar mendapat hubungan dengan output atau as keluaran dari transmisi .

Untuk lebih jelasnya silahkan anda download video animasi berikut :
download di sini

Jenis - Jenis Suspensi Depan pada Mobil

Suspensi depan pada mobil sangat berbeda dengan suspensi pada sepeda motor. Suspensi depan pada mobil juga sangat berbeda dengan suspensi belakang pada mobil itu sendiri. Letak perbedaan suspensi itu adalah pada sistem kemudi yang berungsi untuk mengendalikan roda depan mobil itu sendiri dalam mengatur arah jalan mobil tersebut. Pada umumnya suspensi depan pada mobil terdiri atas dua macam :
  • suspensi model rigid
  • suspensi model independent
Untuk penjelasan macam - macam suspensi depan tersebut adalah sebagai berikut :

Suspensi model rigid
Suspensi model ini memiliki ciri roda - roda nya dihubungkan dalam satu poros (poros tunggal ) dan dipasangkan ke body melalui pegas. Suspensi ini memiliki konstruksi yang kuat. Keuntungan lainnya dari suspensi ini memiliki sedikit perubahan tread atau chamber yang disebabkan oleh gerakan axle.Kerugiannya adalah stabilitas pengendaraan berkurang karena unsprung weight lebih besar , serta roda kiri dan kanan berputar bersama - sama. Kerugian lainnya adalah getaran horisontal ( horisontal vibration)


Suspensi independent
Sesuai dengan namanya roda kiri dan kanan tidak dipasangkan pada satu poros melainkan dipasangkan pada masing - masing axle nya sehingga bekerja sendiri - sendiri menyerap goncangan. Keuntungan model ini memiliki daya tapak roda ke jalan yang lebih baik daripada tipe rigid dan memiliki dengan kualitas mengendarai yang lebih baik. Suspensi tipe ini masih dibagi menjadi :

  • Model wishbone dengan pegas coil


  • model wishbone dengan pegas daun

  • model wishbone dengan pegas batang torsi


  • model machpherson

Demikianlah jenis - jenis suspensi depan pada mobil. Semoga dapat membantu Anda mengenal suspensi depan pada mobil.

Komponen - Komponen Suspensi Depan Mobil

Suspensi depan mobil berbeda dengan suspensi belakang mobil. Perbedaan ini terletak karena adanya sistem kemudi yang berfungsi mengendalikan roda depan mobil, sehingga mobil dapat berbelok. Pada dasarnya suspensi depan mobil dibagi menjadi dua :
  1. suspensi rigid
  2. suspensi independent
Macam - macam suspensi depan ini adalah hasil dari inovasi para produsen mobil agar mobil produknya dapat lebih nyaman saat dikendarai. Pengembangan ide - ide dari suspensi depan terus dilakukan, namun secara garis besar suspensi dapat dibagi menjadi seperti yang di atas . Untuk memahami lebih jelasnya, silahkan baca artikel saya tentang jenis - jenis suspensi depan mobil ( klik saja di sini ) .

Dari sekian banyak jenis - jenis suspensi depan mobil tersebut dapat disimpulkan komponen - komponen utama tersebut adalah :
1 Pegas:
Adalah bagian yang berfungsi untuk menyerap goncangan pada mobil yang disebabkan melaju pada permukaan jalan yang tidak rata. Pegas dipasangkan antara axle dengan body mobil. Banyak sekali tipe pegas yang digunakan, namun secara umum dapat dibagi menjadi :
  1. pegas daun
  2. pegas ulir
  3. pegas batang torsi
  4. pegas berlubang
  5. pegas udara ( air suspension).
Untuk pemahaman mengenai pegas, akan saya bahas secara khusus dalam postingan tentang pegas suspensi.

2. Shock Absorber
Adalah bagian yang berfungsi meredam gerak axial dari pegas. Pada saat pegas menerima kejutan dari jalan yang tidak rata, maka pegas akan memanjang dan memendek ( mengeper) . Jika hal ini dibiarkan , maka body mobil akan terus bergerak naik turun selama pegas memanjang dan memendek ( gerak axial ). Untuk itulah shock absorber dibuat guna meredam gerak axial dari pegas, agar tidak membuat body mobil naik turun terus. Banyak tipe shock absorber, namun secara garis besar dibedakan menjadi:
Berdasarkan cara kerja :
  1. Single action
  2. Double action
Berdasarkan konstruksi :
  1. Single tube ( satu tabung)
  2. Twin tube ( dua tabung )
Penjelasan mengenai macam - macam shock absorber akan saya jelaskan pada postingan berikutnya.


3. Upper dan lower arm
Adalah bagian yang menghubungkan knuckle arm dengan body kendaraan, di mana roda terpasang pada knuckle arm tersebut. Tidak semua tipe suspensi depan memiliki upper arm. Ada tipe khusus yang memang tidak menggunakan upper arm, tapi tetap menggunakan lower arm. Arm itulah yang bekerja seperti lengan pada manusia, yang bergerak naik turun pada sistem suspensi depan mobil.Untuk penjelasannya akan dibahas pada tiap - tiap jenis suspensi depan dalam postingan berikutnya.



4. Stabilser

Adalah komponen yang berfungsi menjaga keseimbangan body mobil pada saat membelok. Pada saat mobil membelok terjadi gaya sentrifugal, di mana gaya dari suatu yang benda yang berputar untuk terlempar keluar dari lintasannya. Jika sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi dan tiba - tiba membelok, maka gaya sentrifugal pada mobil itu jauh lebih besar dibandingkan bila mobil membelok dalam kecepatan rendah. Semakin tinggi kecepatan mobil saat membelok, maka gaya sentrifugal pada mobil itu semakin besar. Gaya inilah yang bisa membuat mobil itu terbalik saat membelok dalam kecepatan tinggi. Untuk itulah dibuat sebuah komponen suspensi yang bernama stabiliser. Stabiliser adalah sebuah batang besi yang dihubungkan dengan lower arm roda kiri dan kanan , sementara bagian tengahnya diikatkan pada body mobil. Batang besi stabiliser itu memiliki sifat elastis dengan daya elastisitas yang telah ditentukan sesuai dengan spesifikasi dari masing - masing mobil.


5. Dumper
Adalah sebuah karet yang berfungsi menjaga komponen - komponen suspensi dari kerusakan akibat tumbukkan permukaan jalan yang terlalu berlebihan. Dumper terbuat dari sebuah karet yang dipasangkan pada lower arm dan upper arm. Untuk tipe yang tidak menggunakan upper arm , dumper terpasang lower arm dan body mobil. Bila roda mobil mengenai jalan yang tinggi pada satu sisinya, misal polisi tidur yang terlalu tinggi, maka roda mobil yang mengenai polisi tidur ( yang terlalu tinggi ) akan naik ke atas. Dengan naiknya roda ke atas, maka lower arm akan naik ke atas juga, lalu mendorong pegas dan shock absorber. Bila naiknya lower arm ini berlebihan, maka pegas dan shock absorber akan ditekan secara berlebihan pula. Hal ini dapat membuat pegas dan shock absorber rusak.

6. Strut bar
Adalah komponen suspensi yang berfungsi menahan lower arm agar kemiringan roda depan dapat tetap terjaga. Pada sistem kemudi mobil, kemudi mobil akan berbalik sendiri ke posisi lurus saat roda kemudi dilepas setelah berbelok. Hal ini disebabkan karena roda depan mobil dibuat miring atau sering disebut dengan istilah Front Wheel Alignment ( FWA ). Penyetelan kemiringan roda depan inilah yang sering disebut dengan "Spooring". Pada saat spooring dilakukan penyetelan pada mur strut bar. Strut bar menjaga agar lower arm tidak bergerak ke depan dan ke belakang.

7. Ball Joint
Adalah komponen suspensi yang menghubungkan lower atau upper arm dengan knuckle arm . Ball joint ini dapat berputar bebas mengikuti gerak knuckle arm yang naik atau turun, akibat sentuhan roda pada permukaan jalan yang tidak rata.

8. Knuckle arm
Adalah komponen suspensi tempat roda depan dipasangkan. Roda berputar pada poros spindle dari knuckle arm. Dan knuckle arm dihubungkan juga ke lower arm melalui ball joint.


Sekian penjelasan singkat mengenai komponen - komponen suspensi depan pada mobil.